Keterangan Foto : Ilustrasi / istimewa

trimedianews.com – Kota Bogor.Gelombang aksi masyarakat yang marah terhadap DPR akibat pemborosan anggaran ternyata belum menjadi pelajaran bagi wakil rakyat di daerah. Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) menemukan DPRD Kabupaten Bogor justru menyiapkan anggaran konsumsi nyaris Rp 10 miliar hanya untuk makanan dan minuman tahun 2025.

Data yang berhasil dihimpun terdapat 31 paket belanja konsumsi dengan nilai total ยฑ Rp9,93 miliar. Sebanyak Rp7,17 miliar bersumber dari APBD murni, dan Rp2,77 miliar dari APBD Perubahan.

โ€œIni jelas pola pemborosan. Di tengah rakyat menjerit karena harga-harga naik dan publik baru saja mengecam kenaikan tunjangan DPR, DPRD Kabupaten Bogor malah asik menghamburkan uang rakyat untuk makan-minum mewah,โ€ tegas Jajang Nurjaman, Koordinator CBA, Selasa (09/09/2025).

Skema Belanja Sarat Akal-Akalan

CBA menilai, belanja konsumsi DPRD Kabupaten Bogor sarat rekayasa.Ada 24 paket dengan nama seragam โ€œBelanja Makanan dan Minuman Rapatโ€ yang jika digabung nilainya mencapai Rp6,55 miliar.

Dua paket terbesar: Rp3,29 miliar untuk โ€œrapatโ€ dan Rp2,09 miliar untuk โ€œjamuan tamuโ€.

โ€œPemecahan paket berulang dengan judul sama jelas modus akal-akalan. Dengan cara ini DPRD bisa menghindari kontrol publik, sekaligus membuka celah mark-up dan permainan tender,โ€ ujar Jajang.

Cermin DPR, Mental Elitis, Bukan Wakil Rakyat

CBA menilai fenomena ini bukan kasus tunggal, melainkan cermin mental elitis DPR/DPRD di seluruh negeri. Anggaran jumbo untuk konsumsi hanyalah satu contoh bagaimana wakil rakyat lebih sibuk mengurus kenyamanan perut mereka daripada nasib rakyat yang diwakili.

โ€œDPR pusat baru saja dihantam aksi besar-besaran karena boros dan serakah. Sekarang DPRD Kabupaten Bogor menunjukan wajah yang sama: boros, tidak sensitif, dan abai pada rasa keadilan masyarakat,โ€ kata Jajang.

Tuntutan CBA

CBA mendesak:

  1. Penghapusan paket konsumsi berulang yang hanya akal-akalan pemecahan anggaran.
  2. Transparansi RAB ke publik, termasuk harga satuan, jumlah rapat, dan standar konsumsi.
  3. Audit investigatif dari BPK dan Inspektorat atas seluruh belanja konsumsi DPRD.

โ€œKalau DPRD tetap memaksakan anggaran nyaris Rp10 miliar untuk makan-minum, itu bukan lagi sekadar inefisiensi, tapi bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. CBA akan membawa isu ini ke ranah publik lebih luas, bahkan siap menggalang aksi protes warga Bogor jika DPRD tak segera melakukan koreksi,โ€ pungkas Jajang.

(Dody)


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca