trimedianews.com – Kota Bogor
HIDUP MAHASISWA!!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!
HIDUP KORBAN!!!
Mahasiswa sebagai bagian dari elemen rakyat yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual, tidak dapat tinggal diam melihat berbagai persoalan fundamental yang terus dibiarkan oleh negara. Peran mahasiswa sebagai agent of change dan social control menuntut keberpihakan yang jelas terhadap keadilan, kemanusiaan, dan keselamatan rakyat.
Hari ini, bangsa ini tidak sedang kekurangan regulasi, tetapi kekurangan keberanian politik dan tanggung jawab negara. Maraknya kekerasan hingga pembunuhan oleh aparat penegak hukum, krisis rasa aman dalam dunia pendidikan, serta kebijakan populis yang tidak menyentuh akar persoalan, menjadi bukti nyata gagalnya negara dalam menjamin hak-hak fundamental warga negara.
Kekerasan aparat bukan lagi insiden tunggal, melainkan pola yang berulang dan menunjukkan mandeknya reformasi kepolisian. Aparat yang seharusnya melindungi justru menjadi ancaman bagi keselamatan rakyat. Kondisi ini memperparah krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan mencederai prinsip negara hukum.
Di sisi lain, dunia pendidikan Indonesia berada dalam kondisi darurat kemanusiaan. Sekolah dan ruang belajar yang seharusnya menjadi tempat aman dan membebaskan, justru diwarnai tekanan, kekerasan struktural, serta minimnya perlindungan terhadap peserta didik. Negara gagal memastikan pendidikan yang manusiawi, aman, dan berkeadilan.
Kami juga menyoroti kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikemas sebagai solusi besar, namun dijalankan tanpa perbaikan ekosistem pendidikan secara menyeluruh. Pemenuhan gizi tidak dapat dijadikan tameng untuk menutupi persoalan serius seperti kekerasan di sekolah, kesehatan mental peserta didik, serta ketimpangan kualitas pendidikan.
Atas dasar kondisi tersebut, kami menyatakan sikap dan menyampaikan gugatan terbuka kepada negara, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan kepada korban.
POIN–POIN GUGATAN
- Menggugat mandeknya reformasi kepolisian, yang ditandai dengan maraknya kekerasan dan pembunuhan oleh aparat, lemahnya pengawasan, serta budaya impunitas yang terus dipelihara.
- Menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan terhadap aparat pelaku kekerasan, tanpa perlindungan institusional dan tanpa pandang bulu.
- Menggugat kegagalan negara dalam menjamin hak atas rasa aman, sebagai hak paling fundamental warga negara.
- Mendesak pemerintah Menjamin pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan secara menyeluruh dan tanpa syarat Pemerintah pusat wajib memastikan seluruh anak, tanpa kecuali, mendapatkan akses gratis dan nyata terhadap kebutuhan dasar pendidikan termasuk buku, pulpen, dan perlengkapan belajar lainnya melalui kebijakan nasional yang mengikat, terukur, dan diawasi secara ketat hingga ke tingkat satuan pendidikan dan keluarga miskin.
- Menuntut evaluasi menyeluruh kebijakan MBG, agar tidak berhenti pada pencitraan dan populisme, tetapi terintegrasi dengan perlindungan anak, perbaikan kualitas pendidikan, dan keadilan sosial.
- Menuntut kehadiran negara secara nyata, bukan sekadar narasi, dalam melindungi korban dan mencegah kekerasan berulang.
PENUTUP
Gugatan ini kami sampaikan bukan atas dasar kebencian,
melainkan atas dasar tanggung jawab moral dan intelektual.
Ketika negara gagal melindungi,
ketika korban terus berjatuhan,
dan ketika keadilan dikorbankan demi stabilitas semu,
maka mahasiswa dan rakyat wajib bersuara.
Mari rapatkan barisan.
Negara wajib bertanggung jawab.
Keadilan harus ditegakkan.
Dimas Saputra (KORLAP)
(Dody)
