trimedianews.com – Bogor.Maraknya proyek galian jaringan utilitas di sejumlah titik di Kota Bogor menuai sorotan. Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya menilai pekerjaan yang dilakukan oleh APJATEL bersama pelaksana proyek diduga mengabaikan aspek keselamatan publik serta tanggung jawab terhadap fasilitas umum.
Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan berbagai permasalahan di lapangan. Mulai dari trotoar yang rusak, material galian yang dibiarkan menumpuk, hingga minimnya upaya pemulihan setelah pekerjaan selesai.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya pejalan kaki.
“Trotoar merupakan ruang aman bagi masyarakat. Ketika kondisinya rusak dan tidak segera dipulihkan, maka yang muncul adalah risiko nyata terhadap keselamatan publik,” ujar Beni, Rabu 29 April 2026.
KPP Bogor Raya menilai persoalan ini menunjukkan lemahnya pengawasan serta rendahnya kepatuhan terhadap standar teknis dalam pelaksanaan proyek utilitas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi perizinan maupun pelaksanaan di lapangan.
Sebagai bentuk sikap, KPP Bogor Raya menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya,
APJATEL dan seluruh kontraktor diminta segera melakukan perbaikan dan pemulihan trotoar serta lingkungan terdampak secara menyeluruh
Pemerintah Kota Bogor didorong untuk memperketat pengawasan serta mengevaluasi izin proyek galian utilitas
KPP Bogor Raya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini. Jika tidak ada perbaikan signifikan, mereka membuka kemungkinan untuk melaporkan temuan tersebut kepada instansi berwenang sebagai langkah lanjutan.
(Wawan.S)
