Kabupaten Bogor.Aktivis Islam, Habib Abdullah Al Masyhur, menyoroti pengamanan aparat di sekitar PT Inti Tirta Sari Makmur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang menjadi lokasi aksi massa terkait tuntutan penghentian produksi minuman beralkohol, Selasa (18/8/2026).

Habib Abdullah menilai aparat seharusnya tidak hanya memberikan pengamanan terhadap aktivitas perusahaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga moralitas masyarakat dan anak bangsa di wilayah Bogor.

โ€œPublik minuman beralkohol dijaga dengan aparat luar biasa. Seharusnya aparat menjaga moralitas anak bangsa yang ada di tanah Bogor,โ€ ujar Habib Abdullah.

Menurutnya, keberadaan aparat dalam pengamanan tersebut menjadi perhatian massa karena jumlah personel yang berjaga dinilai cukup besar. Ia pun mempertanyakan prioritas pengamanan di tengah tuntutan masyarakat terhadap keberadaan produksi minuman beralkohol.

Sementara itu, terkait hasil audiensi antara massa dan pihak perusahaan, produksi minuman beralkohol disepakati dihentikan sementara selama tujuh hari. Masa tersebut akan digunakan untuk membahas tuntutan dan masukan dari para habaib, kiai, serta tokoh masyarakat.

Habib Abdullah mengatakan massa akan memantau pelaksanaan penghentian produksi tersebut selama tujuh hari. Menurutnya, apabila setelah batas waktu tersebut produksi kembali berjalan tanpa adanya keputusan yang dianggap memenuhi tuntutan masyarakat, massa akan kembali mempertanyakan langkah perusahaan.

โ€œSelama tujuh hari tidak ada produksi. Tujuannya dalam tujuh hari ke depan kita tunggu. Kalau tujuh hari itu belum juga, berarti ada masalah. Kita akan pantau dan melihat proses selama tujuh hari,โ€ katanya.


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca