trimedianews.com – Bogor.Suara korban lubang galian Antam masih terdengar meminta keadilan dibawah tanah. Serikat Mahasiswa Bogor Raya mendesak pihak Antam untuk berani jujur dan transparan.
Kurun waktu 1 bulan sudah tepatnya terjadi di tanggal (13/01/2026) pukul 00.30 WIB. Peristiwa tragis yang merenggut nyawa orang yang tidak bersalah di lubang tambang sekitaran Antam. Kini masih menjadi misteri, pemberhentian kasus secara terburu – buru, menimbulkan pertanyan besar bagi publik terhadap kasus ini.
Ditengah klaim nihilnya korban yang sempat didengungkan pihak perusahaan dan aparat. Fakta lapangannya mengerikan, justru bersuara ke permukaan, banyak pertanyaan besar dalam kasus ini termasuk korban yang masih tertimbun dibawah galian.
Koordinator Serikat Bogor Raya Yuswan menegaskan, bawa kasus ini bukan kasus biasa tapi kasus krisis kemanusiaan.
“Kami menerima data bahwa ada lima warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya dan satu orang warga Desa Parakan Muncang yang masih terjabak sampai saat ini di lubang tikus area PT ANTAM, identitas mereka bukan hanya sebatas angka statistik tetapi mereka adalah seorang yang tidak bersalah dan pantas mendapatkan keadilan,” ungkap Yuswan kepada awak media, Kamis (26/02/2026).
Yuswan menilai dugaan adanya sebuah permainan terhadap manajemen PT Antam, adanya ketidak jujuran dalam penangan kasus ini, terlebih kejadian ini bukan lah yang pertama kali dalam peristiwa tragis tapi ini kejadian yang ke 3 kali. Pertama tahun 2012 penyebabnya itu asap, dan 2004 yang merenggut nyawa 13 orang karena asap juga.” Namun misirisnya kasus seperti ini tidak pernah di ungkap secara tegas, lugas dan transparan, hal ini seperti sebuah lingkaran setan yang tidak pernah terputus.
“Semua celah kami tempuh untuk bisa menemukan keadilan ini, namun pihak Antam seakan semua nya menutup keran, hal ini semakin menguat bahwa kasus ini menyimpan tanda tanya besar. Kami akan terus bergerak sampai kejujuran terungkap.” tambahanya.
Oleh karena itu Serikat Mahasiswa Bogor Raya mendesak dan menuntut pihak Antam untuk memberikan kejelasan sebenar – benarnya terkait dengan kasus asap yang terjadi di lubang galian sekitaran Antam, karena dari pihak keluarga masih menunggu kejelasan dan keadilan, bantuan yang diberikan pihak Antam bukan berarti pihak keluarga tidak meminta keadilan, tapi masih berharap sampai titik ini, jangan sampai Antam saat ini hanya sebatas menenangkan dan mencoba melupkan tanpa mengusut tuntas dan transparan.
(Dody)

