Kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara

Oleh: Kyla Aura Adelia, Stenly Marselino Sinabutar, Hudzaifah Hidayat Putra (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Tekhnik, Universitas Sahid Jakarta)


trimedianews.com – Bogor.Sektor pariwisata di daerah pesisir, seperti Pantai Ancol, Jakarta Utara, sangat penting untuk pembangunan ekonomi lokal. Namun, aktivitas ini dapat memicu risiko lingkungan dan keselamatan jika tidak dikelola dengan baik. Pantai Ancol, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, memiliki tinggi kunjungan yang meningkatkan risiko kecelakaan dan tekanan pada lingkungan.

Rumusan Masalah
Risiko apa yang dihadapi wisatawan dan lingkungan di Pantai Ancol, serta bagaimana strategi pengelolaannya?

Tujuan Penulisan
Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko dan merancang solusi berbasis teknik lingkungan untuk pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Pantai Ancol.


Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data sekunder, dan studi literatur. Observasi langsung mencakup kondisi kebersihan, aktivitas wisatawan, dan infrastruktur keselamatan.

Metode Analisis Risiko
Analisis risiko dilakukan dalam tiga tahap: identifikasi bahaya, analisis dampak, dan penilaian tingkat risiko. Setiap aspek risiko diukur untuk menentukan pengelolaan prioritas.

Hasil dan Pembahasan

Identifikasi dan Analisis Masalah Lingkungan

1. Risiko Lingkungan

– Reklamasi pantai menyebabkan pergeseran garis pantai dan pencemaran udara yang berdampak pada keanekaragaman hayati.
– Akumulasi limbah organik oleh pengunjung meningkatkan polusi dan menimbulkan masalah kesehatan ekosistem.


2. Risiko Keselamatan Pelancong

– Aktivitas seperti jetski dan kepadatan pengunjung menimbulkan risiko fisik, seperti tenggelam dan cedera.
– Minimnya fasilitas keselamatan membantu situasi saat pengunjung.

Analisis Dampak
Dampak yang ditimbulkan dari risiko lingkungan dan keselamatan mencakup dampak ekologis, sosial, dan ekonomi. Konflik antara nelayan dan wisatawan sering terjadi, serta masalah pencemaran yang terus meningkat.

Solusi Teknis yang Diusulkan
Beberapa solusi komprehensif:

– Pemetaan zona rawan bahaya untuk keselamatan.
– Sistem pengelolaan limbah berdasarkan prinsip 3R.
– Pelatihan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas penanganan risiko.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Pantai Ancol menghadapi risiko tinggi akibat reklamasi, polusi, dan peningkatan jumlah pengunjung. Pertumbuhan pariwisata memicu degradasi lingkungan dan mengancam keselamatan wisatawan.

Saran
– Menerapkan regulasi yang lebih ketat dan memonitor risiko secara terus-menerus.

– Menjelaskan infrastruktur untuk keselamatan, serta meningkatkan edukasi bagi wisatawan tentang kondisi pantai dan lingkungan.
– Mengintegrasikan kewirausahaan hijau untuk memaksimalkan potensi ekonomi sambil menjaga lingkungan.

Dengan implementasi yang baik, Pantai Ancol dapat menjadi contoh pariwisata berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat lokal dan pengunjung.

(Redaksi trimedianews)

DAFTAR PUSTAKA:

1. Sriyani, D. M., Besila, Q. A., & Fauzi, R. (2025). Evaluasi Fungsi Rekreasi, Edukasi, Ekologi dan Estetika pada Ecopark Ancol Jakarta Utara. Bhuwana, 5(2).

2. Mahendra, R. A., & Purwanti, T. (2023). Analisis Dampak Proyek Pembangunan Reklamasi Pantai Ancol Jakarta Utara Terhadap Ekonomi, Sosial dan Lingkungan: Tinjauan Kritis. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(2), 235-247.

3. Sugiarto, B., & Prawiro, J. W. H. (2025). Analisis Dampak Pariwisata terhadap Kesehatan Lingkungan di Kawasan Wisata Bahari Pantai Ancol. Jurnal Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan, 3(1).

4. Wagiyo, K., & Hartati, S. T. (2006). Biomassa dan Keanekaragaman Ikan di Perairan Ancol, Teluk Jakarta. Bawal: Widya Riset Perikanan Tangkap, 1(3), 83-87.

5.Singgalen, Y. A. (2023). Sistem Pendukung Keputusan Pengembangan Ekowisata Mangrove Potensial Menggunakan Simple Additive Weighting (SAW). Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) , 4 (3), 478-485.

Tinggalkan Balasan