trimedianews.com – Kota Bogor.Aksi penyampaian aspirasi para sopir angkot di halaman Balai Kota Bogor, Rabu siang, menyisakan jejak aktivitas yang tak sedikit. Spanduk, botol minum, hingga sampah makanan berserakan di sejumlah sudut area.
Saat massa mulai membubarkan diri dan suasana kembali lengang, sekelompok petugas berseragam kuning justru bergerak cepat. Tanpa banyak bicara, mereka menyapu, mengangkut sampah, dan membersihkan setiap sudut halaman Balai Kota.
Merekalah Pasukan Kuning, petugas kebersihan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan ruang publik, termasuk saat terjadi kegiatan besar dan aksi massa.
Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menyampaikan apresiasi atas kerja sunyi para petugas tersebut. Menurutnya, di balik riuhnya aspirasi warga, ada peran penting yang sering luput dari perhatian.
“Ketika banyak orang menyuarakan kepentingan, Pasukan Kuning memastikan kota tetap tertib dan bersih. Mereka bekerja tanpa panggung, tapi kontribusinya sangat nyata bagi wajah Bogor,” ujar dia, Sabtu 24 Januari 2026.
Ia menambahkan, keberadaan Pasukan Kuning bukan hanya soal mengangkut sampah, tetapi juga menjaga martabat ruang publik agar tetap nyaman digunakan masyarakat.
Usai aksi dan bersih-bersih, Balai Kota Bogor kembali rapi seperti sedia kala. Sebuah pengingat bahwa denyut kehidupan kota tak hanya dijaga oleh suara di mimbar, tetapi juga oleh kerja senyap para petugas yang setia di belakang layar.
Di Balik Aspirasi Sopir Angkot, Ada Pasukan Kuning yang Menjaga Kota Tetap Bernapas
Kota Bogor – Hari itu Balai Kota Bogor menjadi ruang suara bagi para sopir angkot yang menyampaikan harapan dan kegelisahan mereka. Setelah aspirasi disampaikan dan massa berangsur meninggalkan lokasi, suasana perlahan kembali hening. Namun, ada yang tetap tinggal dan bekerja dalam senyap.
Pasukan Kuning hadir membersihkan Balai Kota Bogor, menyapu sisa aktivitas dengan penuh tanggung jawab di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor. Tanpa sorotan kamera dan tanpa sorak, mereka memastikan ruang publik kembali bersih dan layak digunakan.
Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para petugas kebersihan tersebut.
“Saat aspirasi rakyat disuarakan, Pasukan Kuning memastikan kota tetap terjaga. Mereka mungkin tidak berorasi, tetapi kerja mereka adalah bentuk cinta yang nyata untuk Bogor,” ujar Beni Sitepu.
Ia menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar tugas, melainkan bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap kota dan warganya. Di tengah dinamika sosial, kehadiran Pasukan Kuning menjadi simbol ketulusan pelayanan publik.
Balai Kota Bogor kembali bersih. Dan hari itu, Bogor kembali diingatkan bahwa kota ini berdiri bukan hanya oleh suara yang lantang, tetapi juga oleh tangan-tangan sederhana yang bekerja dengan hati.
(Wawan.S)
