Habib Rizieq Shihab saat menghadiri Puncak Berdzikir 14, Selasa (30/12/2025).Foto:Istimewa

trimedianews.com — Kabupaten Bogor.Di penghujung tahun 2025 Lapangan Masjid Atta’awun di Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor, menjadi saksi digelarnya Tabligh Akbar Puncak Berdzikir 14 dengan tema Revolusi Akhlak, Untuk Selamatkan NKRI Dari Penjahat Dan Merdekakan Palestina Dari Penjajah. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, termasuk habaib, alim ulama, dan kiai dari berbagai daerah, kegiatan dilaksanakan pada Selasa (30/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq Shihab menyampaikan beberapa pesan penting dalam ceramahnya. Ia mengajak semua hadirin untuk memuliakan dan mendoakan para habaib, ulama, kiai, dan guru yang telah berjuang dalam dakwah, semoga Allah SWT memanjangkan umur dan memberikan kesehatan kepada mereka.

Habib Rizieq juga mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan acara ini secara konsisten selama 14 tahun, yang diharapkan dapat terus menjadi tradisi kebaikan, terutama bagi generasi muda. “Revolusi akhlak” menjadi tema sentral dalam pembicaraannya, menekankan bahwa kerusakan akhlak merupakan sumber banyak kejahatan. Ia mengingatkan, jika akhlak runtuh, maka bangsa pun akan hancur.

Salah satu pesan pentingnya adalah tentang kejujuran. Habib Rizieq menyatakan bahwa kebohongan adalah salah satu bentuk kerusakan akhlak yang paling berbahaya dan mendorong semua yang hadir untuk memulai revolusi akhlak dengan meninggalkan sifat bohong.

Dalam acara tersebut, Habib Rizieq juga mengenang  Asy-Syahid Abu Ubaidah, yang telah gugur dalam perjuangannya melawan penjajahan di Palestina, memohon agar semua hadirin menghadiahkan Surat Al-Fatihah bagi para syuhada dan mengharapkan pembebasan Palestina dari penjajahan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa putra-putra muda mujahid akan terus melanjutkan perjuangan, dan menegaskan bahwa bantuan kepada Palestina akan terus diberikan melalui berbagai inisiatif, termasuk pembinaan anak yatim dan bantuan untuk para janda serta pembangunan infrastruktur di Gaza.

Dalam kegiatan kemanusiaan bencana di Sumatra, Habib Rizieq mengungkapkan bahwa FPI telah mendirikan lebih dari 200 dapur umum di lokasi bencana di Aceh dan Sumatra. Ia juga menyoroti dukungan dari saudara-saudara kita di luar negeri, yang menunjukkan kepedulian kepada Indonesia di tengah kesulitan.

Kegiatan tersebut ditutup dengan harapan agar revolusi akhlak dapat terwujud, demi kesejahteraan umat dan bangsa.

(Galuh, Fhirman)

Tinggalkan Balasan