Air hujan secara umum memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan air tanah gambut di Pulau Merbau. Namun demikian, air hujan tetap berpotensi terkontaminasi oleh polutan atmosfer, debu, dan kotoran yang berasal dari permukaan atap. Oleh karena itu, peningkatan kualitas air hasil pemanenan menjadi aspek penting dalam penerapan sistem WASH berbasis air hujan.

Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pemanenan air hujan yang digunakan masyarakat saat ini belum dilengkapi dengan sistem filtrasi yang memadai. Air hujan biasanya dialirkan langsung ke wadah penampungan tanpa proses penyaringan awal, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi. Penerapan teknologi tepat guna berupa saringan kasar (screen filter) pada talang dan filter karbon aktif pada jalur distribusi air dapat meningkatkan kualitas air secara signifikan dengan biaya yang relatif rendah dan mudah dioperasikan oleh masyarakat.
Penggunaan karbon aktif granular memiliki keunggulan dalam menyerap senyawa kimia dan mengurangi bau serta warna air. Selain itu, sistem filtrasi sederhana ini dapat dirawat secara mandiri oleh masyarakat dengan pelatihan yang minimal. Dengan demikian, peningkatan kualitas air hujan melalui teknologi tepat guna tidak hanya meningkatkan aspek kesehatan, tetapi juga memperkuat keberlanjutan sistem pemanenan air hujan secara keseluruhan.
Dalam konteks pariwisata, ketersediaan air bersih yang berkelanjutan merupakan faktor penting dalam menjaga daya dukung lingkungan dan kenyamanan wisatawan. Pemanenan air hujan dapat menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan di Pulau Merbau.
Sistem pemanenan air hujan merupakan solusi teknologi tepat guna yang layak diterapkan di Pulau Merbau untuk mendukung penyediaan air bersih berkelanjutan. Dengan potensi air hujan yang cukup tinggi, teknologi ini mampu mengatasi keterbatasan sumber air tawar sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat. Integrasi dengan kewirausahaan hijau memperkuat aspek sosial dan ekonomi dalam pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan.
Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya dukungan kebijakan, pendanaan mikro, dan penguatan kelembagaan masyarakat agar sistem pemanenan air hujan dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan.
Kata Kunci : WASH, Pemanenan Air Hujan, Teknologi Tepat Guna, Pariwisata Berkelanjutan, Kewirausahaan Hijau
(Redaksi)

