Oleh: Alqawiy Shidqi, Annisa Safrilia, Athaya Dewina Yuki, Muhammad Akbar Prayoga, Widya Nur Khofi (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Sahid Jakarta)
trimedianews.com – Jakarta.Wilayah kepulauan kecil di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam penyediaan air bersih akibat keterbatasan sumber daya air tawar, kondisi geologi yang tidak mendukung, serta keterbatasan infrastruktur. Pulau Merbau di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan salah satu wilayah kepulauan dengan dominasi lahan gambut yang menyebabkan kualitas air tanah tidak layak konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerapan pemanenan air hujan sebagai teknologi tepat guna berbasis Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dalam mendukung penyediaan air bersih berkelanjutan serta pengelolaan kawasan wisata di Pulau Merbau.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan analisis data sekunder yang meliputi data curah hujan jangka panjang (1997–2016), kondisi sosial ekonomi masyarakat, dan karakteristik sistem pemanenan air hujan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi air hujan yang dapat dipanen mencapai 231,7 m³ per tahun dari satu unit rumah tangga dengan luas atap 213 m², yang secara teoritis mampu memenuhi kebutuhan air domestik apabila didukung oleh kapasitas penyimpanan dan sistem filtrasi yang memadai. Penerapan sistem pemanenan air hujan tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menurunkan beban ekonomi rumah tangga dan memperkuat pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan melalui integrasi dengan konsep kewirausahaan hijau. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanenan air hujan merupakan solusi strategis WASH berbasis teknologi tepat guna yang relevan dan berkelanjutan bagi wilayah kepulauan kecil.

Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia sekaligus indikator penting dalam pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks global, isu penyediaan air bersih telah menjadi agenda utama sebagaimana tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 6 yang menekankan akses universal terhadap air minum aman dan sanitasi berkelanjutan. Namun demikian, hingga saat ini ketimpangan akses air bersih masih menjadi permasalahan serius di banyak wilayah, terutama di negara berkembang dan wilayah kepulauan kecil.

