trimedianews.com – Bogor.Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bogor menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 secara khidmat di Kantor PCNU Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi kader untuk memperkuat solidaritas serta meneguhkan peran dalam menjaga keutuhan bangsa.
Peringatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bogor, tokoh masyarakat H. Rahmat Yasin, Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Sosial, anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PKB, jajaran pengurus, para kiai, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry A. Ghazaly, menegaskan bahwa di usia ke-92, Ansor dituntut semakin matang, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi dinamika zaman.
Ia menekankan pentingnya peran kader Ansor dan Banser sebagai garda terdepan dalam menjaga toleransi beragama serta menolak radikalisme.
“Ansor harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan hadir memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat,” kata Dahmiry, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga berharap momentum Harlah ini mampu melahirkan kader-kader muda yang tangguh, mandiri, dan berakhlak, serta konsisten menjaga marwah ulama dan kedamaian di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Bogor, Abdul Somad, menyampaikan bahwa usia 92 tahun merupakan fase kematangan organisasi yang harus dibuktikan dengan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.
“Ansor bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi benteng penjaga Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI. Kita harus tetap kuat, tidak mundur, dan terus menjaga nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Ia juga mendorong kader Ansor untuk tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga unggul dalam pemikiran, ekonomi, dan teknologi. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi dan perjuangan organisasi.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Enjat Mujiat, menilai Ansor memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan umat beragama hingga ke tingkat masyarakat. Ia menekankan pentingnya program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk penguatan ekonomi kader.
“Keberadaan Ansor harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam menjaga kebhinekaan dan kehidupan sosial yang harmonis,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Pelaksana Harlah, Ustaz Zack, mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperkuat sinergi dengan organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor. Ia menilai kolaborasi lintas organisasi penting untuk mengawal pembangunan yang lebih merata dan berdampak luas bagi masyarakat.
Menurutnya, GP Ansor ke depan akan memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan guna mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang berkeadilan dan menjunjung tinggi nilai keberagaman.
(Wawan.S)
