trimedianews.com – Bogor.Himpunan Mahasiswa (HIMA) Hukum Universitas Terbuka (UT) Bogor menggelar Musyawarah Besar (Mubes) dengan mengusung tema “Estafet Progresif: Transformasi Kepemimpinan yang Berpijak pada Konstitusi, Bergerak dalam Inovasi, dan Berdampak secara Substansi”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Sribaduga, Balai Kota Bogor, Minggu (26/04/2026).
Mubes tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Dimas Waskara, S.I.Kom selaku perwakilan bidang kemahasiswaan UT Bogor, Anzar Prayoga selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum UT Bogor periode 2025–2026, Alvian Aprilyadi sebagai Ketua ORMAWA UT Bogor, Asep Nadzarullah, A.Md selaku Ketua Karang Taruna Kota Bogor sekaligus Anggota DPRD Kota Bogor, serta Alma Wiranta, S.H., M.Si (Han) selaku Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor.
Dalam pelaksanaannya, Mubes membahas sejumlah agenda penting organisasi, meliputi sidang pleno AD/ART, laporan pertanggungjawaban kepengurusan, serta pemilihan formatur kepengurusan baru.
Ketua Pelaksana Mubes, Syifa Anggraini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang telah hadir. Ia menilai Mubes sebagai momentum penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang telah hadir. Mubes ini ibarat SPBU dalam organisasi, sebagai tempat mengisi bahan bakar semangat organisasi. Perdebatan boleh, bahkan keras sekalipun, namun setelah forum ini kita harus tetap menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua HIMA Hukum UT Bogor, Anzar Prayoga, menegaskan bahwa Mubes merupakan bentuk pertanggungjawaban kepengurusan selama satu periode sekaligus pijakan untuk masa depan organisasi.
“Momen Mubes ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami selama satu periode yang diharapkan memberikan dampak bagi mahasiswa dan masyarakat. Kami berharap ke depan, siapapun yang memimpin dapat terus menjalin kerja sama dengan pemerintah kota dan instansi lainnya, sehingga HIMA Hukum semakin berpijak, bergerak, dan berdampak,” ungkapnya.
Ketua ORMAWA UT Bogor, Alvian Aprilyadi, dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswa hukum harus mampu mengimplementasikan ilmu yang dimiliki.
“Sebagai mahasiswa hukum, kita harus menyadari bahwa hukum bukan hanya teks dalam buku, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat,” tuturnya.
Perwakilan bidang kemahasiswaan UT Bogor, Dimas Waskara, S.I.Kom, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan fasilitas yang telah dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa. Kami juga menyampaikan salam dan apresiasi dari Direktur UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd. Kami sangat bangga terhadap pengurus ORMAWA dan HIMA yang telah menyelenggarakan Mubes ini,” katanya.
Sementara itu, Alma Wiranta, S.H., M.Si (Han), yang mewakili Pemerintah Kota Bogor, menyampaikan komitmen untuk bersinergi dengan mahasiswa, khususnya dalam bidang hukum.
“Kami dari bagian hukum siap bersinergi dengan pemikiran-pemikiran mahasiswa. Saat ini terdapat perkembangan regulasi yang masih baru dan belum banyak dipahami. Ke depan, mahasiswa diharapkan dapat mendalami hal tersebut dan mengambil peran strategis dalam berbagai kesempatan,” ujarnya.
Ia juga berharap forum ini menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk menyatukan gagasan dan harapan bersama.
“Hari ini menjadi pertemuan yang bersejarah bagi kita semua. Semoga seluruh pemikiran dan harapan yang disampaikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat ke depan,” tambahnya.
Melalui Musyawarah Besar ini, HIMA Hukum UT Bogor diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang progresif, serta memperkuat peran mahasiswa hukum dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
(Galuh)
.

