trimedianews – Bogor. Pelantikan Pengurus Lembaga Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LBHMI) Cabang Bogor digelar di Balai Serbaguna DPRD Kota Bogor, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bogor Eko Prabowo, Ketua HMI MPO Cabang Bogor Bhakty Setya Legawa, Pembina LBHMI Firman Wijaya, Direktur LBHMI Cabang Bogor Aidil Fitri Harris, serta Ketua Kohati HMI MPO Cabang Bogor Yunda Sofwatul Hasanah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Hymne HMI dan Mars Hijau Hitam, dilanjutkan sambutan-sambutan serta penampilan teatrikal. Pengurus LBHMI Cabang Bogor resmi dilantik dalam prosesi yang dipimpin langsung oleh Ketua HMI MPO Cabang Bogor.
Dalam sambutannya, Ketua HMI MPO Cabang Bogor Bhakty Setya Legawa menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan kader yang hadir dalam momentum pelantikan tersebut. Ia menyebut hadirnya LBHMI menjadi wadah baru bagi kader HMI untuk menuangkan ide dan gagasan perjuangan.
“Mungkin momentum pelantikan LBHMI ini menjadi momentum bagi angkatan kami. Ada wadah untuk menuangkan ide-ide dari para mahasiswa HMI. Ini bisa terwujud pada era kali ini dengan terbentuknya LBHMI,” ujarnya.
Bhakty berharap kehadiran LBHMI Cabang Bogor tidak hanya sebatas organisasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di wilayah Bogor.
“Saya harap hadirnya LBHMI Cabang Bogor bukan sekadar hadir, tetapi memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya di daerah Bogor,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengaku bersyukur dapat hadir dalam kegiatan tersebut meski baru menjalani proses pemulihan kesehatan.
“Saya bersyukur bisa hadir walaupun semalam saya baru pulang dari rumah sakit untuk proses pemulihan,” ujar Jenal.
Dalam kesempatan itu, Jenal mengapresiasi gerakan mahasiswa yang aktif turun langsung memperhatikan persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk persoalan anak putus sekolah di Kota Bogor.
“Beberapa waktu lalu kita audiensi di Balai Kota. Saya bilang saya bangga kepada aliansi atau mahasiswa yang datang menjemput bola memperhatikan anak-anak yang putus sekolah. Seharusnya seperti ini, pemerintah jangan hanya diam,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peran pemuda memiliki kontribusi besar sejak awal berdirinya bangsa Indonesia. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bagaimana pemuda menjadi motor perubahan bangsa, salah satunya melalui peristiwa Rengasdengklok.
“Peran pemuda bukan hanya sekarang, tetapi dari dulu sejak bangsa ini berdiri. Seperti peristiwa Rengasdengklok, di sana peran pemuda sangat berpengaruh,” jelasnya.
Jenal turut menyinggung Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2015 tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Kota Bogor. Menurutnya, layanan litigasi maupun non litigasi diberikan secara gratis, namun pelaksanaannya masih memiliki keterbatasan.
“Di Bogor sudah hadir Perda Nomor 3 Tahun 2015. Litigasi dan non litigasi ini gratis, masih terbatas karena belum terverifikasi oleh Kemenkumham dan juga LBH-nya masih terbatas. Semoga nanti LBHMI bisa berkolaborasi dengan LBH lain dan juga pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa maupun organisasi kepemudaan.
“Kami tidak anti kritik, justru kritik itu menjadi evaluasi atas apa yang sudah dilakukan. HMI MPO tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Jenal juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kasus ijazah yang ditahan, pelayanan BPJS, hingga pasien meninggal dunia di ambulans akibat kamar rumah sakit penuh.
“Hal-hal ini sangat mendasar dan dibutuhkan publik. Pemerintah tidak bisa sendiri, ini perlu bantuan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur LBHMI Cabang Bogor Aidil Fitri Harris menegaskan bahwa momentum pelantikan menjadi langkah awal bagi LBHMI untuk menjadi rumah perjuangan dan rumah peradaban bagi kader HMI maupun masyarakat.
“Hari ini menjadi momentum penting untuk LBHMI. Dalam momentum ini, LBHMI bukan hanya sekadar memberikan bantuan hukum, tetapi juga harus menjadi rumah peradaban dan rumah perjuangan,” ujarnya.
Menurut Aidil, ke depan kader HMI yang berada di bawah naungan LBHMI akan dibekali pemahaman khusus dalam bidang advokasi dan pendampingan masyarakat.
Aidil menegaskan bahwa LBHMI harus hadir langsung di tengah masyarakat dan tidak hanya berbicara mengenai teori keadilan di ruang diskusi.
“LBHMI bukan hanya berbicara teori keadilan. LBHMI harus ada di tengah masyarakat dan harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat, karena ini yang harus kita perjuangkan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perjuangan hukum harus dilakukan langsung di lapangan bersama masyarakat.
“LBHMI bukan lagi berdiskusi di ruang-ruang mewah, tetapi harus berdiskusi di lapangan, di tengah-tengah masyarakat, berdampingan dengan masyarakat, dan menggunakan intelektualnya untuk diberikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Galuh)
