trimedianews.com – Jakarta. Sabtu, 9 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Condet dengan dideklarasikannya Majelis Kehormatan Condet (MKC), sebuah wadah yang dibentuk sebagai respons atas dinamika sosial yang dinilai mulai mengikis identitas budaya, tradisi, dan nilai-nilai religius yang selama ini hidup di tengah masyarakat Condet.

Deklarasi dan musyawarah pembentukan MKC digelar di Jalan Buluh Condet, kediaman almarhum Habib Ali bin Husin Alatas atau yang dikenal sebagai Habib Ali Bungur, tokoh masyarakat yang semasa hidupnya dikenal konsisten menjaga nilai keislaman, persatuan sosial, dan warisan budaya masyarakat Condet.

Pembentukan MKC menjadi representasi kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai sosial, budaya, dan religius yang telah diwariskan secara turun-temurun. Forum tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, ulama, habaib, serta unsur organisasi kemasyarakatan yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Condet.

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Habib Hud Alatas, Habib Salim Barakwan, H. Aladin, H. Iwan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Hadir pula perwakilan organisasi kemasyarakatan seperti Rabithah Alawiyah Jakarta Timur, FBR, Forkabi, FUHAB, dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam musyawarah yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut, peserta forum secara mufakat memilih Ust. H. Makbullah bin Ust. H. Mursani sebagai Ketua Majelis Kehormatan Condet (MKC).

Pembentukan MKC dinilai bukan sekadar lahirnya organisasi masyarakat baru, tetapi juga menjadi gerakan moral dan sosial dalam menjaga harmoni, persatuan, serta identitas budaya masyarakat Condet di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan sosial.

MKC diharapkan mampu menjadi ruang musyawarah masyarakat, penjaga nilai-nilai adab dan religiusitas, serta mitra moral dalam merawat tradisi yang selama ini menjadi ciri khas Condet. Selain itu, keberadaan MKC juga diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial antarwarga dan menjaga kehormatan wilayah Condet sebagai kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi keislaman dan budaya Betawi.

Melalui deklarasi ini, masyarakat Condet menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persaudaraan, mempertahankan nilai-nilai Islami, serta memastikan warisan budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(Abdullah, Galuh)

Tinggalkan Balasan