Bogor.Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya mengapresiasi langkah cepat Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bogor Kota dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika dengan barang bukti 18,05 kilogram ganja kering dan 1.000 butir obat keras terbatas jenis Double L.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu. Ia menilai pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan aparat kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, khususnya jaringan yang diduga menggunakan jasa ekspedisi sebagai modus pengiriman.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Kompol Ali Jupri dan seluruh jajaran Satresnarkoba Polresta Bogor Kota. Ini bukan pengungkapan kecil. Barang bukti ganja 18,05 kilogram menunjukkan seriusnya ancaman peredaran narkotika yang harus kita lawan bersama,” kata Beni.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi disebut menemukan satu peti kayu yang berisi 17 bungkus besar ganja kering. Paket tersebut dililit menggunakan lakban berwarna cokelat dengan total berat mencapai 18,05 kilogram.
Selain ganja, petugas juga menemukan 1.000 butir obat keras terbatas jenis Double L yang disimpan di dalam jok sepeda motor yang digunakan tersangka.
Berdasarkan hasil interogasi awal yang disampaikan kepolisian, seorang tersangka berinisial MDF mengaku diperintah oleh seseorang berinisial YR alias W untuk mengambil dan menyimpan paket tersebut sebelum diedarkan kembali.
“MDF disebut dijanjikan mendapatkan upah sebesar Rp3,5 juta. Minta Polisi Bongkar Jaringan,” kata dia.
Beni meminta kepolisian tidak berhenti pada penangkapan pelaku yang diduga berada di lapangan. Ia berharap penyidik terus mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
“Kami berharap Satresnarkoba terus mengembangkan perkara ini. Jangan berhenti di pelaku lapangan. Kalau benar ada pihak yang memerintahkan, bongkar siapa pemasoknya, siapa pengendalinya, dari mana barang itu berasal, dan ke mana jaringan tersebut akan mendistribusikannya,” ujarnya.
Menurut Beni, pemberantasan narkotika harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemasok, pengendali, kurir hingga jaringan distribusi.
Ia menilai penangkapan pelaku lapangan memang penting, namun pengungkapan jaringan yang lebih besar diperlukan agar mata rantai peredaran narkotika dapat diputus.
“Bogor jangan sampai menjadi tempat transit sekaligus pasar bagi jaringan narkotika. Kami mendukung penuh aparat kepolisian untuk mengejar jaringan besarnya,” katanya.
Beni juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu aparat dalam mencegah dan mengungkap peredaran narkotika. Menurutnya, informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Ini perang bersama. Polisi bergerak, masyarakat harus ikut membantu. Jangan beri ruang bagi bandar dan jaringan narkotika untuk merusak generasi muda,” tutur Beni.
KPP Bogor Raya menegaskan dukungannya terhadap upaya kepolisian memberantas peredaran narkotika di wilayah Bogor. Mereka berharap respons cepat jajaran Satresnarkoba dapat terus dipertahankan dan pengembangan kasus dilakukan hingga mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Sekali lagi, kami apresiasi Kompol Ali Jupri dan jajaran. Gerak cepat seperti ini harus terus dipertahankan. Tangkap pelakunya, bongkar jaringannya, dan putus mata rantainya,” pungkas Beni Sitepu.
Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

