trimedianews.com – Jakarta.Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat edukasi, sosialisasi keterbukaan informasi publik, serta literasi digital kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja KI DKI Jakarta ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Harry mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara kedua lembaga, khususnya dalam memperluas pemahaman publik mengenai keterbukaan informasi publik di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin masif.

“Kami memahami bahwa Bank Indonesia merupakan badan publik vertikal. Namun, ke depan kami berharap semangat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik tidak hanya dipahami sebagai kewajiban membuka informasi, tetapi juga bagaimana menjaga dan mengelola informasi secara tepat,” ujar Harry.

Menurutnya, kebijakan yang mendorong partisipasi publik perlu terus diperkuat sebagai bagian dari prinsip negara demokrasi. Karena itu, diperlukan saluran komunikasi yang mampu menjembatani kebutuhan informasi masyarakat secara sehat, edukatif, dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Harry juga mendorong penguatan sinergi dengan perguruan tinggi dan komunitas masyarakat agar edukasi keterbukaan informasi publik dapat dikemas secara ilmiah dan lebih mudah dipahami publik.

“Kami berharap ada kolaborasi bersama kampus agar edukasi keterbukaan informasi dapat dikembangkan secara akademik dan mampu menjawab tantangan yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Selain itu, Harry menyoroti pentingnya penguatan fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di daerah. Meski sistem layanan informasi Bank Indonesia bersifat terpusat, ia berharap semangat pelayanan informasi publik tetap diperkuat hingga tingkat daerah.

“Saya sangat mengapresiasi apabila layanan informasi terpusat, namun semangat pelayanan publik di daerah juga perlu diperkuat agar kebutuhan informasi masyarakat dapat terlayani dengan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Lily Mochamad Sadeli menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus menjalankan peran edukatif kepada masyarakat melalui berbagai program komunikasi publik yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan digitalisasi.

“Dalam konteks komunikasi publik, kami terus menjalankan peran edukasi dan membangun awareness masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar pemahaman publik terhadap kebijakan dan layanan Bank Indonesia semakin baik,” ujar Lily.

Menurut Lily, Bank Indonesia secara konsisten melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program seperti Ramadan, Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), kampanye Bijak Belanja, hingga sosialisasi kepada pesantren, dan komunitas.

Ia menjelaskan, strategi komunikasi Bank Indonesia dilakukan secara segmented sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing unit kerja.

Selain itu,lanjut lily dalam mendukung keterbukaan informasi publik, Bank Indonesia juga telah menyusun Daftar Informasi Publik (DIP) dan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK) secara terklasifikasi.

“Semoga pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang baik sehingga tujuan keterbukaan informasi publik dapat tercapai. Kami juga ingin terus berpartisipasi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Lily menambahkan, perkembangan digitalisasi yang semakin masif membuat edukasi perlindungan konsumen menjadi perhatian penting Bank Indonesia, khususnya terkait penggunaan transaksi digital dan QRIS.

“Digitalisasi berkembang sangat cepat. Karena itu, edukasi perlindungan konsumen, pemahaman transaksi digital yang aman, serta penggunaan QRIS terus kami perkuat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan sosialisasi, lanjut Lily, Bank Indonesia tidak hanya mengandalkan kegiatan tatap muka, tetapi juga memanfaatkan berbagai saluran komunikasi resmi Bank Indonesia agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Selain itu, edukasi mengenai kebanksentralan juga terus diperkuat melalui program sosialisasi dan kegiatan mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta.

“Melalui kolaborasi dengan kampus dan komunitas, kami menyampaikan berbagai topik seperti kebijakan bank sentral, keaslian rupiah, hingga penggunaan QRIS,” tutup Lily.

Di akhir pertemuan, Harry berharap kolaborasi antara KI DKI Jakarta dan Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program edukasi bersama yang menyasar masyarakat hingga tingkat akar rumput.

“Ke depan kami berharap ada kegiatan bersama yang bersifat kolaboratif, saling berbagi pengetahuan dan edukasi kepada publik di berbagai wilayah Jakarta. Ini bukan akhir, tetapi awal untuk ditindaklanjuti bersama,” tutur Harry.

(ddy)

Tinggalkan Balasan