Jakarta.Rencana penyelenggaraan event Chivas Regal pada 31 Oktober 2026 di kawasan ABC atau Ancol Beach City kembali menjadi perhatian dalam audiensi antara perwakilan umat Islam dan masyarakat Jakarta Utara dengan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis.

Dalam audiensi tersebut, Syahmudrian menjelaskan bahwa kewenangan Ancol terhadap kegiatan di kawasan ABC memiliki batas karena lokasi tersebut dikelola pihak lain berdasarkan hubungan kontraktual dengan Ancol.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat manajemen Ancol tidak dapat mengambil keputusan secara sepihak terhadap seluruh kegiatan yang berlangsung di kawasan ABC.

“Kami punya otoritas itu tidak sebesar yang Pak Habib katakan,” ujar Syahmudrian dalam audiensi.

Meski demikian, Syahmudrian menyebut Ancol tetap dapat mengambil langkah terhadap kegiatan tersebut, termasuk kemungkinan penghentian, apabila mendapat dukungan dari aparat penegak hukum.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menghentikan event Chivas Regal, Syahmudrian mengatakan hal tersebut dapat dilakukan dengan dukungan Polres, Polda, maupun aparat penegak hukum lainnya.

“Kalau seandainya Bapak tanya apakah kami bisa menghentikan itu? Kami bisa menghentikan itu asal kami mendapat support juga dari Polres, dari Kapolda, dari aparat penegak hukum lain-lainnya,” katanya.

Syahmudrian juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Kapolres Jakarta Utara mengenai rencana kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Syahmudrian menyebut pihak penyelenggara hingga kini belum mengantongi izin untuk menggelar event tersebut. Menurutnya, proses perizinan masih berlangsung.

“Mereka belum pegang izin itu. Mereka belum dapat izin itu. Terus terang ini mereka terus-menerus berproses,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin yang dipertanyakan dalam audiensi. Perwakilan masyarakat meminta adanya kejelasan mengenai status perizinan sebelum event yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026 tersebut digelar.

Masyarakat juga meminta Ancol tetap memastikan setiap kegiatan di kawasan tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku, meskipun pengelolaan ABC berada dalam hubungan kontraktual dengan pihak lain.

Dengan kondisi tersebut, persoalan event Chivas Regal kini berkaitan dengan status perizinan penyelenggaraan serta sejauh mana kewenangan Ancol dalam mengambil tindakan terhadap kegiatan di kawasan ABC.

Pihak Ancol sendiri menyatakan penghentian kegiatan tetap dimungkinkan, dengan dukungan aparat penegak hukum.


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca