trimedianews.com – Kota Bogor.Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung lokasi proyek strategis nasional (PSN) pembangunan Gene Bank Indonesia di area kompleks Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Senin (23/2/2026).

Selain pembangunan tersebut, pada tahun berikutnya juga akan dibangun rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran IPB University.

Dedie Rachim mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sangat mendukung pembangunan tersebut dengan terus bersinergi dan menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, termasuk masukan warga terkait aktivitas pembangunan.

“Persoalan yang dirasakan masyarakat yaitu banyaknya tanah-tanah bekas bongkaran yang mengotori jalan. Kita tinjau sekarang, ada washing bay atau tempat pencucian truk sebelum keluar dari area proyek menuju jalan utama,” ujar Dedie Rachim.

Selanjutnya, hal yang disampaikan warga yaitu terkait kebisingan dari aktivitas proyek pembangunan. Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, hal tersebut sudah diantisipasi dengan dilakukan komunikasi bersama warga.

Namun, pihak pelaksana proyek mengakui adanya kondisi darurat (emergency) pada salah satu proses pembangunan, sehingga pekerjaan dilakukan hingga malam hari.

“Tapi insyaallah, begitu permasalahan pokok selesai (pelaksanaan salah satu pembangunan darurat selesai), masyarakat tidak akan terganggu seperti kemarin,” ujarnya.

Berkaitan dengan penataan Jalan Dr. Sumeru, Dedie Rachim menjelaskan bahwa setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Pemkot Bogor akan melakukan penataan pedestrian dan taman sepanjang Jalan Dr. Sumeru hingga RSUD Kota Bogor.

“Jadi ini akan kita tata ulang. Kemudian kita harapkan begitu pedestrian selesai, rumah sakit pendidikan selesai, dan Gene Bank juga selesai, makanya kita datang dalam rangka komunikasi rencana-rencana tersebut,” ujar Dedie Rachim.

Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (PKJN RSMM) Bogor, Nova Riyanti Yusuf, mengatakan proyek ini diprakarsai oleh Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang kemudian menjadikan RSMM sebagai lokus pembangunan.

“Jadi ini merupakan bagian dari rencana transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kemenkes. Ini semua memerlukan anggaran dan perencanaan yang tidak sebentar, sehingga hari ini kami bisa sampai pada tahap proses pembangunan,” ucapnya.

Nova mengatakan bahwa ke depan RSMM akan menjadi hub untuk penelitian atau layanan yang berhubungan dengan genomik untuk kesehatan jiwa, selain penyakit lain yang juga menjadi prioritas.

Dengan adanya fasilitas ini, pasien jiwa kronis bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik untuk mengetahui apakah obat dan tindakan yang diberikan sudah tepat atau belum, terutama berkaitan dengan efek samping.

“Jadi ini juga akan mengubah mindset para dokter. Jangan sampai kita ambil sampel, kita teliti, tetapi pada akhirnya dokter tidak mau mengubah obatnya. Jadi dimulai dari dokter-dokter di rumah sakit kami juga terus edukasi sambil proses ini berjalan,” ucapnya.

Kepala BB Binomika, Indri Rooslamiati, mengatakan bahwa berkaitan dengan masukan dari masyarakat, pihaknya telah membuat pengawasan ketat, di mana setiap truk akan dicuci terlebih dahulu sebelum keluar dari lokasi proyek.

Mengenai kebisingan, pihaknya telah melakukan pembatasan jam kerja sejak pukul 08.00 hingga 22.00 WIB.

Gene Bank ini, lanjut Indri, merupakan tempat untuk penyimpanan spesimen manusia.

“Jadi bisa berupa darah dan urin. Selain itu, kita tahu Indonesia ini sangat beranekaragam. Salah satunya adalah untuk menyimpan keanekaragaman genetik masyarakat Indonesia. Saat ini, jika kita lihat dari peta populasi global, studi menyebutkan bahwa representasi Indonesia di tingkat global masih kurang dari 1 persen,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya peta genetik masyarakat Indonesia, harapannya dapat mendukung program pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan presisi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengobatan yang lebih tepat, mengurangi efek samping, dengan dosis yang sesuai, dan pada akhirnya dapat menurunkan pembiayaan pengobatan.




(Dody)

Tinggalkan Balasan