trimedianews.com – Bogor.Diskusi bertajuk “Gen Z Soal Pemerintah: Stay Aware Stay Positive” digelar di Faircay Cafe, Jalan Achmad Adnawijaya No.46, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai kalangan generasi muda dari perwakilan sekolah, kampus, komunitas, hingga pelaku kreatif di Kota Bogor dan sekitarnya.
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi, di antaranya IPB University, SMK Tridharma 4, SMAN 7 Bogor, SMAN 97 Jakarta, serta komunitas motor, thrifting, agensi kreatif, dan komunitas lainnya.
Diskusi menghadirkan beberapa narasumber, yakni Emir Zabidi selaku Ketua Penyelenggara dan Koordinator Para Muda-Mudi, Mahesa dari EO Volix, Dhany Ducun dari komunitas stand up comedy, serta Erika dari TM Agency.
Dalam pemaparannya, Emir Zabidi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan ruang diskusi bagi generasi muda agar lebih memahami dampak nyata dari program-program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Acara hari ini membahas soal kebijakan pemerintah, khususnya MBG. Tujuannya memberi ruang diskusi bagi Gen Z supaya mereka bebas menyampaikan aspirasi, kritik, dan saran. Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa program MBG memiliki dampak nyata yang positif di lapangan,” ujar Emir.
Ia menilai masih banyak generasi muda yang hanya melihat potongan informasi dari media sosial tanpa memahami kondisi sebenarnya.
“Di lapangan banyak yang hanya menangkap potongan-potongan informasi dari media sosial, hanya melihat dampak buruknya saja tanpa melihat fakta dan dampak positifnya secara langsung,” tambahnya.
Sementara itu, Dhany Ducun menyampaikan pandangannya mengenai program MBG yang dinilai memiliki niat baik dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
“Menurut saya, MBG lahir dengan niat yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Kita melihat masih banyak anak sekolah yang belajar dengan perut kosong dan itu berdampak pada proses pembelajaran mereka,” katanya.
Ia juga menilai program tersebut memberikan dampak ekonomi melalui terciptanya lapangan kerja baru.
“MBG juga berdampak langsung dengan munculnya banyak lapangan pekerjaan,” lanjut Dhany.
Pandangan serupa disampaikan Emir Zabidi yang menilai program MBG tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“MBG ini mencerdaskan sekaligus menyejahterakan bangsa. Saya melihat langsung di lapangan bagaimana para petani menjadi lebih bersemangat dalam bertani,” ujarnya.
Menurut Emir, keberadaan dapur MBG turut membuka peluang kerja bagi masyarakat.
“Satu dapur MBG bisa menyerap sekitar 40 hingga 50 pekerja. Bayangkan berapa banyak dapur MBG yang sudah terbentuk di Indonesia,” katanya.
Dalam sesi tanya jawab, peserta dari komunitas Vintage2nd, Rizki Tanjung, menanyakan langkah penanganan limbah makanan dari dapur MBG agar tidak menjadi sampah dapur.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa makanan yang tidak habis dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk kompos.
“Solusinya yaitu dengan mengolah makanan yang tidak habis menjadi pupuk kompos,” jelas narasumber.
Pada sesi penutup, Mahesa dari EO Volix menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya forum diskusi tersebut.
“Acara ini sangat bermanfaat. Dari yang sebelumnya tidak saling mengenal, sekarang bisa saling mengenal dan bertukar pikiran. Harapannya kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk membahas program-program pemerintah lainnya,” ujarnya.
Dhany Ducun juga menilai kegiatan seperti ini penting bagi generasi muda.
“Acara seperti ini sangat positif, terutama untuk anak-anak muda, karena perjuangan ke depan masih panjang,” katanya.
Sementara itu, Emir Zabidi berharap generasi muda dapat tetap mendukung kebijakan pemerintah sekaligus mengawalnya secara kritis dan konstruktif.
“Sebagai Gen Z, harapannya kita tetap mendukung kebijakan pemerintah dan mengawalnya dengan cara yang baik, menggunakan data, bukan hanya sekadar kritik tanpa dasar,” pungkasnya.
(Galuh)
