trimedianews.com – Kota Bogor.Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memaparkan berbagai strategi dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas pada Diseminasi Hasil Joint External Review (JER) Bidang Promosi Kesehatan di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang digelar Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas tersebut mengangkat tema “Dari Data Menuju Kolaborasi Nyata untuk Perilaku Hidup Sehat Indonesia”.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim menjelaskan bahwa mewujudkan kabupaten/kota sehat membutuhkan dukungan kebijakan yang tepat serta kolaborasi berbagai pihak.
Menurutnya, Kota Bogor telah menerapkan sejumlah praktik baik (best practice) yang melibatkan pemerintah, DPRD, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat.

Salah satunya melalui implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sehat bagi masyarakat.

“Untuk menjadikan sebuah daerah menjadi kota/kabupaten sehat perlu ditunjang oleh kebijakan yang tepat. Di Kota Bogor ada berbagai best practice yang diimplementasikan, di antaranya Perda KTR yang didalamnya melibatkan Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor yang juga didukung oleh sektor swasta dan elemen masyarakat,” ujar Dedie Rachim.

Selain itu, Pemkot Bogor juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai upaya membangun kebiasaan memantau kondisi kesehatan secara rutin sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan kesehatan.

Pemkot bersama DPRD Kota Bogor juga terus memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka publik sebagai sarana olahraga dan mendorong budaya hidup aktif.

Dedie Rachim menyampaikan, berbagai upaya tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Bogor.

“Saat ini Alhamdulillah angka harapan hidup Kota Bogor itu di 76,24 tahun. Jadi di atas rata-rata nasional. Tentu tadi ditunjang juga oleh menurunnya tingkat kematian bayi,” katanya.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan banyak unsur, mulai dari kebijakan pemerintah, dukungan DPRD, hingga partisipasi masyarakat.

“Proses-prosesnya tentu sangat kompleks, melibatkan berbagai unsur dan tentu ada juga kebijakan yang tepat dilakukan oleh pemerintah disupport oleh DPRD tentunya. Jadi insyaallah kebersamaan ini menjadi kolaborasi sinergi semua pihak akan membuat langkah-langkah yang lebih baik lagi menjadi lebih terasa oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah pihak dari sektor swasta, komunitas, hingga Badan Pangan menyampaikan ketertarikan untuk menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu lokasi percontohan (pilot project) dalam penguatan perilaku hidup sehat masyarakat.

Merespon hal itu, Dedie Rachim menyambut baik peluang kolaborasi tersebut dan menegaskan kesiapan Pemkot Bogor untuk terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah diterapkan Kota Bogor dalam mendukung perilaku hidup sehat masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peluncuran hasil Joint External Review Promosi Kesehatan yang dilakukan secara independen dengan dukungan UNICEF untuk melihat berbagai faktor yang memengaruhi status kesehatan masyarakat sejak ibu hamil hingga lansia.

“Terhadap kemampuan individu dalam hal mengadopsi perilaku-perilaku hidup sehat. Dari sisi komunitas yang aktif untuk melakukan perilaku hidup sehat dan menyebarkannya. Dari sisi enabling environment dan dari sisi public policy, seperti yang dilakukan Pak Wali Kota Bogor di sini, yang secara konsisten menerapkan juga kebijakan-kebijakan yang diterapkan,” ungkap Maria.




(dody)

Tinggalkan Balasan