Kab.Bogor.Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) pada 10–12 Juli 2026 sebagai ikhtiar memperkuat tradisi intelektual, membangun kepemimpinan transformatif, dan menegaskan kembali peran mahasiswa di tengah disorientasi intelektual serta krisis kebangsaan yang semakin nyata, Kegiatan tersebut mengusung tema “Reaktualisasi Kepemimpinan Mahasiswa di Tengah Disorientasi Intelektual dan Krisis Kebangsaan,” LKM lahir dari kesadaran bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi negara, menyempitnya ruang demokrasi, persoalan pendidikan, hingga ketimpangan sosial. Dalam situasi tersebut, mahasiswa dituntut tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu menghadirkan gagasan serta tindakan nyata bagi kepentingan rakyat, seperti rilis yang diterima trimedianews.com pada Senin (13/7/2026).
Sebelum pelaksanaan LKM, BEM UMBARA mengawali rangkaian kegiatan melalui Simposium Nasional bertajuk “Menarasikan Ulang Arah Negara di Tengah Krisis Kepercayaan Publik.” Forum tersebut menjadi ruang bertemunya akademisi, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendiskusikan arah demokrasi, pendidikan, serta masa depan Indonesia. Selanjutnya, selama tiga hari peserta mengikuti proses kaderisasi yang berfokus pada penguatan nalar kritis, kepemimpinan transformatif, analisis sosial, advokasi kebijakan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Muhamad Afif Zaelani, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjaga akal sehat publik dan keberanian menyuarakan kepentingan rakyat.
“Mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritisnya. Di tengah berbagai persoalan bangsa, kita harus tetap menjadi kekuatan moral yang mampu membaca realitas, menghadirkan gagasan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. LKM ini bukan sekadar agenda kaderisasi, tetapi ruang melahirkan pemimpin yang berintegritas, berani, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.” Sementara itu, Ketua Pelaksana LKM, Adam Priatna, menyampaikan bahwa LKM diharapkan mampu melahirkan kader-kader mahasiswa yang tidak berhenti pada ruang diskusi, melainkan mampu menerjemahkan gagasan menjadi gerakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui Latihan Kepemimpinan Mahasiswa 2026, BEM Universitas Muhammadiyah Bogor Raya menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang kaderisasi yang melahirkan mahasiswa berintegritas, memiliki daya kritis, kepekaan sosial, serta keberanian moral dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan keadilan sosial. Sebab di tengah krisis kebangsaan yang semakin kompleks, bangsa ini membutuhkan lebih banyak pemimpin muda yang berpikir jernih, bertindak berani, dan tetap berpihak kepada rakyat.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
(Fhirman)

