trimedianews.com – Kab.Bogor.Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan aroma kebersamaan, gema takbir, dan riuhnya panitia yang sibuk membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Namun, di balik momen penuh berkah ini, ada sebuah tantangan klasik yang kerap mengintai: gunungan sampah dari kantong plastik sekali pakai.
Menyadari potensi masalah lingkungan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah tegas. Di bawah arahan langsung Bupati Bogor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan sebuah gerakan moral demi menjaga bumi tegar beriman tetap bersih dan sehat. Melalui Surat Edaran Nomor 600.4-15/1252-PP tanggal 22 Mei 2026, Pemkab Bogor resmi mengimbau seluruh panitia kurban dan masyarakat untuk merayakan Idul Adha 1447 Hijriah tanpa ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Kembali ke Alam: Daun dan Bambu Jadi Solusi
Plt. Kepala DLH Kabupaten Bogor, Unu Nuriman, menyoroti bahwa kantong plastik sekali pakai adalah musuh tersembunyi dalam perayaan hari besar. Karakteristik plastik yang sangat sulit terurai berpotensi besar mencemari lingkungan. Belum lagi, proses pengolahannya yang salah justru bisa melepaskan zat berbahaya yang mengancam kesehatan makhluk hidup.
Sebagai gantinya, Unu mengajak masyarakat untuk kembali ke kearifan lokal yang ramah lingkungan.
- Wadah Tradisional: Memanfaatkan daun pisang, daun jati, atau besek bambu yang mudah terurai oleh alam.
- Wadah Mandiri: Mengimbau warga untuk membawa wadah sendiri dari rumah yang bisa dicuci dan digunakan kembali.
“Ini adalah bagian dari implementasi nyata Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah yang melibatkan peran aktif masyarakat,” jelas Unu Nuriman.
Manajemen Sampah di Lapangan dan Kampanye Digital
Gerakan ini tidak hanya berhenti pada urusan wadah daging. DLH Kabupaten Bogor juga meminta panitia kurban untuk menyiapkan infrastruktur yang matang di lokasi Salat Id dan tempat penyembelihan. Mulai dari penyediaan tempat sampah terpilah, pengangkutan sampah yang optimal, hingga pembentukan satuan tugas khusus di lapangan yang bertugas mengedukasi warga.
Uniknya, gerakan ramah lingkungan ini juga dibawa ke ranah digital. Untuk membangun budaya baru yang keren dan kekinian, panitia dan warga ditantang untuk mendokumentasikan aksi hijau mereka di Instagram dengan menandai akun @dlh.kabupatenbogor dan menyematkan tagar #KurbanAsikTanpaSampahPlastik.
Catatan Penting: Pengawasan dan Pengelolaan Limbah Darah
Langkah progresif Pemkab Bogor ini mendapat sambutan hangat sekaligus catatan penting dari Dwi Retnastuti, seorang Praktisi Pengelolaan Sampah dan B3 Nasional. Menurutnya, sebuah surat edaran akan menjadi peluru yang ampuh jika dibarengi dengan pengawasan ketat dan fasilitas penunjang yang memadai dari pemerintah daerah.
Selain urusan plastik, Dwi juga mengingatkan satu aspek krusial yang sering luput dari perhatian: pengelolaan darah hewan kurban.
“Darah kurban jangan sampai dibuang sembarangan hingga meresap ke sumber air atau sungai, karena bisa merusak ekosistem dan mencemari air bersih. Solusinya, panitia harus menggali lubang yang cukup dalam dan jauh dari sumber air, lalu menimbun darah tersebut rapat-rapat dengan tanah agar tidak bau dan mengundang lalat,” pungkas Dwi.
Dengan kolaborasi yang apik antara ketegasan regulasi, kesiapan panitia, dan kesadaran masyarakat, Idul Adha tahun ini diharapkan tidak hanya mengalirkan pahala spiritual, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian manusia terhadap kelestarian bumi.
(Fhirman)

