Kab.Bogor.Perjalanan panjang dan penuh kompetisi berhasil dilalui oleh Ira Oktivi Ariyani salah satu mahasiswi Universitas Islam Bogor (UIB) dalam ajang pemilihan Puteri Muslimah Nusantara Jawa Barat 2026. Melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari seleksi administrasi, deep interview, tes bakat, hingga penilaian performa, Ira sukses melaju hingga tahap Karantina dan Grand Final yang diselenggarakan pada 17 hingga 18 Juli 2026.


Dalam komunikasi dengan trimedianews.com melalui sambungan whatsapp pada 23 Juli 2026, Ira menjelaskan “Bahwa selama masa karantina, para finalis mendapatkan berbagai materi pengembangan diri yang komprehensif, mencakup leadership, public speaking, etika, advokasi, hingga personal branding. Selain itu, setiap finalis juga ditantang untuk menampilkan bakat terbaik serta memperkenalkan potensi pariwisata religi dari daerah asal masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi wadah pembentukan karakter, wawasan, serta jiwa kepemimpinan bagi para peserta.


Puncak acara pada malam Grand Final memperlihatkan kemampuan optimal Ira, khususnya melalui sesi speech serta question & answer (Q&A). Pada sesi tersebut, ia diuji terkait wawasan, kemampuan komunikasi, stage presence, serta komitmen nyata terhadap program advokasi yang diusungnya.


Dalam ajang ini, Ira mengangkat advokasi bertajuk “Suara Perempuan”. Inisiatif tersebut bertujuan untuk menghadirkan ruang aman bagi perempuan agar dapat bertumbuh tanpa rasa takut dihakimi. Gagasan ini terinspirasi dari data Our World in Data yang mencatat tingginya tingkat kecemasan pada perempuan akibat rendahnya kesejahteraan sosial-psikologis, stigma sosial, serta beban ganda di tengah masyarakat. Melalui advokasi ini, Ira mengajak para perempuan untuk saling menguatkan, berani bersuara, dan memprioritaskan kesehatan mental demi kualitas hidup yang lebih baik.


Bagi Ira, masa karantina memberikan kesan mendalam karena mempertemukannya dengan perempuan-perempuan inspiratif yang memiliki visi serupa untuk membawa perubahan positif. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi untuk meraih mahkota, melainkan sebuah amanah untuk mengharumkan nama Jawa Barat dan memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.


Mahkota bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menginspirasi, mengabdi, dan menjadi suara bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Ira.


Keberhasilan dan kelancaran langkah Ira dalam ajang ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Rasa terima kasih yang mendalam disampaikan kepada keluarga, sahabat, mentor, panitia, dewan juri, sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan kepercayaan. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari pengabdian panjang untuk terus menebar dampak positif bagi perempuan, masyarakat, dan Provinsi Jawa Barat.

(Fhirman)

Tinggalkan Balasan