Kota Bogor.Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program strategis pemerintah tersebut dinilai tidak hanya berperan dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui sektor pangan dan pemberdayaan usaha lokal.

Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam dalam keterangannya kepada media pada Minggu (1/11/2026) mengatakan bahwa pelaksanaan MBG seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Mulai dari petani, pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga tenaga kerja yang terlibat dalam proses penyediaan dan distribusi bahan pangan.

Menurutnya, potensi tersebut harus dioptimalkan dengan memastikan proses pengadaan bahan pangan berjalan secara transparan serta memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok program.

Selain mendukung pelaksanaan MBG, HMI Cabang Kota Bogor turut memberikan perhatian terhadap transformasi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) melalui konsep BGN 2.0 di bawah kepemimpinan Sudaryono. Langkah transformasi tersebut diharapkan dapat membawa peningkatan dalam kualitas pelayanan, efektivitas pelaksanaan program, serta penguatan sistem pengawasan.

Moeltazam menegaskan, perubahan tata kelola tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembaruan konsep atau kebijakan. Hal terpenting adalah adanya perbaikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama menyangkut kualitas dan keamanan makanan, ketepatan penerima manfaat, serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran.

โ€œDukungan terhadap MBG bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan. Jika ditemukan kekeliruan, harus ada pemeriksaan, evaluasi, dan perbaikan agar program ini berjalan sesuai tujuan,โ€ tegasnya.

Ia juga menilai bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu membuka ruang partisipasi masyarakat dan mahasiswa dalam mengawasi pelaksanaannya.

Dengan demikian, setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara objektif dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program ke depan.

Dalam konteks pelaksanaan di daerah, HMI Cabang Kota Bogor menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder MBG. Sinergi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program di wilayah Kota Bogor dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Moeltazam turut mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini telah bekerja dalam menjalankan program tersebut, mulai dari Kepala KPPG Bogor, koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), hingga para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

โ€œKami apresiasi kerja keras yang selama ini sudah dilakukan oleh Kepala KPPG Bogor, korwil, korcam, hingga kepala SPPG. Tentunya hal-hal yang kurang perlu ditingkatkan agar semakin lebih baik lagi,โ€ ujar Moeltazam.

Lebih lanjut, HMI Cabang Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk turut mengawal keberlangsungan program MBG melalui kajian, penyampaian aspirasi, serta kritik yang membangun. Bagi HMI, pengawasan merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa dalam memastikan kebijakan publik berjalan sesuai dengan tujuan dan kepentingan masyarakat.

Ia berharap, program MBG ke depan tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat lokal.

โ€œMBG harus mampu menciptakan masyarakat yang lebih sehat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Karena itu, dukungan harus berjalan beriringan dengan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan,โ€ tutup Moeltazam.

(Fhirman)


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca