Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Rumah Pendampingan dan Mahasiswa IPB University menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan keluarga di Desa Tonjong Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor.Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui sosialisasi dan penegakan hukum. Penguatan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Berangkat dari pemahaman tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Rumah Pendampingan dan Mahasiswa IPB University menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan keluarga di Desa Tonjong Kabupaten Bogor dengan melibatkan orang tua dan remaja sebagai sasaran utama kegiatan, Rabu, 04 November 2026.

Psikolog klinis dari rumah pendampingan, Suji Pratiwi, M. Psi, Psikolog, kegiatan ini diikuti oleh 20 pasangan orang tua dan remaja. Menariknya, keterlibatan peserta tidak hanya didominasi oleh para ibu. Sejumlah ayah juga hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran sosok ayah menjadi gambaran bahwa pengasuhan dan pendampingan remaja merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua, bukan hanya dibebankan kepada ibu.

Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Suasana kegiatan berjalan interaktif dengan terbangunnya komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta. Orang tua maupun remaja mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam membangun hubungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam proses tumbuh kembang seseorang. Pada fase ini, remaja menghadapi berbagai perubahan, mulai dari perkembangan emosi, pencarian jati diri, kebutuhan untuk diterima lingkungan, hingga keinginan untuk memperoleh pengakuan dan kemandirian. Berbagai dinamika tersebut membutuhkan kehadiran orang tua yang tidak hanya memberikan aturan, tetapi juga mampu menjadi tempat aman bagi remaja untuk bercerita dan menyampaikan perasaannya.

Pencegahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya perlu dibangun melalui ketahanan keluarga. Keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai positif, serta membantu remaja mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi pengaruh lingkungan.

Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Komunikasi bukan sekadar memberikan nasihat atau menyampaikan larangan, melainkan juga kesediaan orang tua untuk mendengarkan, memahami sudut pandang remaja, dan menciptakan ruang dialog tanpa rasa takut dihakimi.

Selain komunikasi terbuka, penerapan pengasuhan positif juga menjadi bagian penting dalam mendampingi remaja. Orang tua perlu membangun kedekatan emosional, memberikan perhatian yang konsisten, menetapkan batasan secara sehat, serta memberikan apresiasi terhadap proses dan pencapaian anak.

Dengan demikian, remaja dapat tumbuh dengan rasa percaya diri, memiliki kemampuan mengenali risiko, dan berani mengambil sikap ketika dihadapkan pada ajakan atau tekanan negatif dari lingkungan. Pada akhirnya, remaja yang berkarakter tidak terbentuk dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses pendampingan yang konsisten, komunikasi yang sehat, serta lingkungan keluarga yang memberikan rasa aman dan dukungan.

(Wawan.S)


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca