Jakarta.Isu panas ditubuh Institusi Kepolisian Republik Indonesia. Sejumlah perwira tinggi Polri, termasuk seorang jenderal bintang empat berinisial L yang kini menjabat di lingkungan Istana, dikabarkan ditangkap dan ditahan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (03/10/2026).
Dari informasi yang beredar tersebut, penangkapan terkait dugaan penyadapan terkoordinir terhadap petinggi negara.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, operasi senyap ini dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri pada Selasa 3 November 2026 dini hari, antara pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.
Sumber internal terpercaya menyebut, penangkapan berawal dari hasil penyelidikan Mabes Polri yang menemukan aktivitas penyadapan terhadap petinggi negara.
“Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” ujar sumber tersebut.
Penyadapan itu disebut dilakukan dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, kompleks pejabat tinggi negara. Operasi tersebut, menurut sumber, dikomandani oleh seorang polisi aktif berpangkat Irjen berinisial AS.
AS mengkoordinir beberapa polisi aktif salah satunya berpangkat Kombes dan beberapa polisi aktif yang menjadi bawahannya.
Saat penggerebekan rumah Widya Chandra, aparat Divpropam disebut menangkap langsung Irjen AS, Irjen EH dan NS, Kombes berinisial FR, empat polisi berpangkat rendah dan seorang advokat berinisial MR.
Perkembangan terbaru, enam jenderal polisi dan perwira menengah yang ditangkap disebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sudah, sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka,” ujar sumber dekat penegak hukum.
Para petinggi yang dijadikan tersangka itu adalah Irjen AS, EH, NS, dan juga seorang Komjen berinisial A.
Kemudian terkait jenderal polisi aktif berinisial L, sumber tersebut juga menegaskan yang bersangkutan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka meski tidak ditahan.
Disebutkan, kemungkinan Jenderal Polisi L akan ditahan dan dicopot dari jabatannya saat ini di lingkungan Istana Negara masih terbuka.
Sementara itu, selain para jenderal, ada juga seorang kombes dan empat polisi berpangkat rendah yang juga dijadikan tersangka. Mereka, bersama para jenderal polisi lainnya masih ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua.
Hingga berita ini diturunkan, Mabes Polri belum memberikan konfirmasi resmi.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait proses evaluasi internal.
“Nanti kami cek proses evaluasinya ya, seperti itu,” ujar Johnny Edison kepada awak media, Selasa 3 November 2026.
Isu yang belum terkonfirmasi itu juga menyeret nama lain, mulai Kadivkum Mabes Polri, hingga mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, namun belum ada keterangan resmi yang memastikan kebenaran kabar tersebut.
Publik kini menanti pengumuman resmi dari Mabes Polri terkait operasi senyap yang menggemparkan internal Korps Bhayangkara tersebut.
Hingga kini awak media trimedianews.com masih berupaya mengkonfirmasi informasi – informasi terkait pemberitaan.
(ddy)
Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

