Kab.Bogor.Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 4 IAI Nasional Laa Roiba sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Film Pangku pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Kampus 2 IAI Nasional Laa Roiba Jl. Setu, Leuwimekar, Kec. Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang lebih interaktif dengan memanfaatkan film sebagai media edukasi, refleksi, sekaligus sarana membangun kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
Berdasarkan keterangan yang diterima trimedianews.com pada Selasa 7 Juli 2026, Kegiatan dimulai pada pukul 15.30 WIB dengan proses registrasi peserta yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan. Setelah seluruh peserta hadir, acara resmi dibuka oleh moderator yang menyampaikan tujuan serta rangkaian kegiatan Bedah Film Pangku. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh antusias, mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap kegiatan diskusi berbasis media audio visual.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang menekankan pentingnya membangun budaya literasi, berpikir kritis, dan kemampuan menganalisis sebuah karya visual secara objektif. Dalam sambutannya, beliau mengajak mahasiswa agar tidak hanya menjadi penikmat media, tetapi juga mampu memahami pesan, nilai, serta realitas sosial yang disampaikan melalui sebuah film.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Komisariat (Komti) Semester 4 yang mengapresiasi semangat seluruh panitia dan peserta dalam menyelenggarakan kegiatan akademik di luar proses pembelajaran di kelas. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan karena mampu memperkuat kebersamaan mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas diskusi ilmiah di lingkungan kampus.
Memasuki acara inti, seluruh peserta bersama-sama menyaksikan film Pangku. Selama pemutaran film, peserta mengikuti setiap adegan dengan penuh perhatian. Film tersebut menghadirkan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga mampu memancing rasa ingin tahu sekaligus mengundang peserta untuk merenungkan berbagai nilai yang terkandung di dalamnya.
Setelah pemutaran film selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bedah film yang dipandu oleh moderator bersama narasumber. Pada sesi ini, narasumber mengulas isi film dari berbagai sudut pandang, mulai dari aspek komunikasi, nilai kemanusiaan, hubungan antarsesama, hingga dinamika sosial yang digambarkan dalam cerita. Selain membahas unsur naratif dan penyampaian pesan, narasumber juga mengajak peserta melihat bagaimana sebuah film dapat menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan kritik sosial, membangun empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan di sekitar.
Diskusi berlangsung secara aktif dan interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, kritik, maupun hasil analisis mereka terhadap film yang telah disaksikan. Beragam sudut pandang yang muncul menjadikan diskusi semakin hidup dan memperkaya pemahaman seluruh peserta. Melalui proses dialog tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengemukakan pendapat secara santun dan argumentatif, tetapi juga belajar menghargai perbedaan perspektif dalam melihat suatu fenomena sosial.
Sebagai mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan analisis media. Film dipahami bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai media komunikasi massa yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara berpikir, sikap, dan persepsi masyarakat terhadap suatu isu. Oleh karena itu, kemampuan membaca dan mengkritisi isi media menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa.
(Redaksi)

