Kunjungan SDN Jurangmangu Timur 02 Pondok Aren dan SDIT Ar-Ridho Tangerang ke Museum Perjuangan Kota Bogor, Rabu 5 November 2026

Kota Bogor.Museum Perjuangan Kota Bogor kembali menjadi tujuan edukasi sejarah bagi ratusan siswa sekolah dasar dari wilayah Tangerang dan sekitarnya. Melalui kegiatan outing class dan pembelajaran kokurikuler, kunjungan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme serta memberikan pengalaman belajar secara langsung di luar ruang kelas.

Zuhri, salah satu tenaga pengajar dari SDIT Ar-Ridho Tangerang, menyampaikan bahwa agenda kunjungan ini dirancang agar para siswa dapat memahami arti perjuangan di era modern. Menurutnya, meski masa peperangan fisik telah usai, perjuangan generasi muda saat ini harus diteruskan melalui penguasaan ilmu pengetahuan.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa bangsa Indonesia berdiri bukan karena hadiah, melainkan hasil perjuangan para pahlawan. Lewat outing class ini, mereka bisa melihat langsung bukti-bukti sejarah, sehingga memahami bahwa peristiwa tersebut nyata dan bukan sekadar cerita fiksi di buku pelajaran,” ujar Zuhri. Ia pun berharap Museum Perjuangan Kota Bogor terus berkembang dan makin diminati masyarakat umum.

Senada dengan Zuhri, Nula, wali kelas dari SDN Jurangmangu Timur 02 Pondok Aren, membawa rombongan empat kelas untuk melengkapi pembelajaran kokurikuler yang terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran.

Nula menyoroti tantangan mendidik anak-anak di era digital yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan media sosial seperti TikTok. Kunjungan langsung ke museum menjadi sarana krusial untuk menghadirkan pengalaman belajar nyata (direct learning experience) yang lebih berkesan.

“Anak-anak zaman sekarang sangat dekat dengan teknologi. Melalui kunjungan ini, kami ingin menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air dan sikap menghargai jasa pahlawan secara langsung,” jelas Nula.

Secara umum, pihak sekolah mengapresiasi fasilitas serta ketersediaan koleksi di Museum Perjuangan Kota Bogor yang dinilai sudah sangat mendukung proses belajar siswa. Meski demikian, pengelola museum diharapkan terus meningkatkan tata kelola dan sistem pelayanan agar pengalaman edukasi sejarah bagi generasi muda dapat semakin optimal.

(Fhirman)


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca