Ilustrasi (Dibuat dengan AI)

Kota Bogor.Dugaan aliran dana miliaran rupiah dalam pusaran Pilkada Kota Bogor 2024 kembali menyisakan pertanyaan. Ketika proses hukum dan etik atas perkara tersebut terus bergulir, muncul satu nama yang disebut memiliki informasi penting Mr DS, anggota PPK Kecamatan Tanah Sareal pada Pilkada 2024.

Nama Mr DS disebut oleh pihak pengadu bukan tanpa alasan. Ia disebut pernah menjalankan tugas bersama Fahrizal dan mengetahui informasi mengenai rangkaian peristiwa yang kini dipersoalkan, termasuk dugaan pergerakan dana yang nilainya disebut mencapai miliaran rupiah.

Dalam keterangan yang disampaikan Fahrizal, terdapat pula informasi yang perlu diuji mengenai keterkaitan kendaraan milik Mr DS dalam rangkaian perjalanan menuju PPK.

Jika keterangan tersebut benar-benar menjadi bagian dari informasi yang dimiliki pihak pengadu, pertanyaannya sederhana mengapa Mr DS belum diperiksa untuk menguji keterangan tersebut?

Pemeriksaan tentu tidak berarti seseorang bersalah. Justru sebaliknya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah informasi yang disampaikan memiliki dasar, siapa saja yang mengetahui peristiwa tersebut, serta apakah keterangannya bersesuaian dengan dokumen maupun alat bukti lain.

Menurut pihak pengadu, nama Mr DS tidak muncul dalam BAP maupun persidangan DKPP yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Di sinilah celah pertanyaan publik muncul.

Jika ada nama yang disebut mengetahui rangkaian peristiwa, mengapa keterangannya belum diuji?

Unit Tipikor didesak tidak hanya melihat perkara dari satu sisi, tetapi menelusuri seluruh mata rantai informasi yang relevan.

Dari mana dana tersebut berasal?

Ke mana alirannya?

Siapa yang menyerahkan?

Siapa yang menerima?

Dan siapa saja yang mengetahui prosesnya?

Angka Rp7 miliar sendiri merupakan angka yang muncul dalam dugaan dan keterangan pihak pengadu, sehingga belum boleh diperlakukan sebagai fakta hukum yang telah terbukti.

Begitu pula dengan dugaan keterlibatan pihak lain. Semua masih harus diuji melalui pemeriksaan, dokumen, alat bukti dan keterangan resmi aparat penegak hukum.

Justru karena itu, pemeriksaan terhadap nama-nama yang disebut menjadi penting.

Kalau tidak tahu, biarkan pemeriksaan membuktikan bahwa tidak tahu. Kalau tahu, gali keterangannya. Kalau ada bukti baru, telusuri.

Jangan sampai perkara yang menyangkut dugaan aliran dana miliaran rupiah berhenti pada potongan-potongan keterangan tanpa seluruh mata rantainya diuji.

Publik tidak membutuhkan spekulasi.

Publik membutuhkan jawaban berbasis bukti.

Kini pertanyaan mengarah kepada satu nama Mr DS.

Apa sebenarnya yang diketahui Mr DS mengenai rangkaian perkara tersebut? Apakah benar ada keterkaitan kendaraan miliknya sebagaimana disebut dalam keterangan Fahrizal? Dan, yang paling penting, mengapa keterangannya belum diuji melalui pemeriksaan resmi?

(ddy)


Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca