trimedianews.com – Kota Bogor.Hujan deras yang kerap mengguyur Kota Bogor kini bukan lagi sekadar rutinitas cuaca biasa. Dengan potensi curah hujan ekstrem yang bisa menembus 120–200 mm dalam sekali turun—jauh melampaui batas normal yang berada di kisaran 70 mm.Kota Hujan sedang menghadapi tantangan serius. Banjir lintasan mengintai di berbagai sudut kota.
Menyikapi alarm alam ini, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengambil langkah cepat. Saat memimpin apel rutin di Plaza Balai Kota Bogor pada Senin (25/5/2026), ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menaikkan status kewaspadaan dan memperketat pengawasan lingkungan.
Akar Masalah: Sampah Menumpuk dan Hilangnya Inisiatif
Dalam arahannya, Dedie menyoroti masalah klasik yang masih menjadi momok: saluran drainase yang mampet akibat tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja. Ia meminta para pimpinan perangkat daerah dan aparatur wilayah tidak lagi bersikap pasif.
“Saya ingin menyampaikan kepada para pimpinan perangkat daerah untuk menguatkan pengawasan. Sebab, jika pengawasan lemah, akan terjadi berbagai hal yang dapat menimbulkan kerugian. Aparatur wilayah harus responsif terhadap kondisi yang ada dan bersama-sama mencari solusi,” tegas Dedie Rachim.
Pemetaan Titik Rawan dan Rencana Eksekusi di Lapangan
Pemkot Bogor kini tengah membidik beberapa kawasan krusial yang kerap menjadi langganan genangan air, di antaranya:
- Jalan Dadali
- Pacilong
- Jalan Kapten Yusuf (Perbatasan Ciapus-Tamansari)
- Kawasan Yasmin menuju Tanah Sareal
Khusus untuk kawasan Yasmin yang jalurnya berstatus jalan nasional, Dedie mengusulkan solusi teknis berupa pembuatan sodetan baru jika kapasitas saluran yang ada sudah overload. Tak hanya itu, ia memerintahkan agar kapasitas drainase diperlebar.
Tindakan tegas juga akan diambil terhadap saluran air yang tertutup oleh lapak pedagang tanaman. Aparatur wilayah diminta segera melakukan sosialisasi humanis agar para pedagang tidak lagi berjualan di atas saluran air maupun badan jalan yang akan diperbaiki.
Menuju HJB ke-544: Kado Spesial Museum Pajajaran
Di akhir arahannya, Dedie mengingatkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana ini juga modal penting dalam menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026. Rangkaian perayaan HJB tahun ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan adanya acara peluncuran (launching) resmi dan kirab budaya.
Kota Bogor ingin menandai momentum bersejarah ini dengan cara yang bermakna. “Kita ingin menguatkan komitmen, terutama dalam memastikan bahwa 3 Juni merupakan Hari Jadi Bogor dengan melaunching Museum Pajajaran,” pungkasnya.
Melalui gerakan bersih-bersih drainase ini, Pemkot Bogor berharap perayaan hari lahir kota pada awal Juni nanti dapat berjalan dengan khidmat, aman, dan bebas dari kepungan banjir lintasan.
(Fhirman)

