Jakarta.Isu mengenai orientasi seksual dan kampanye kelompok tertentu kembali menjadi sorotan publik. Dalam sebuah sesi seminar yang dibawakan oleh Advokat kondang H.Munarman, S.H, dibahas secara mendalam mengenai berbagai strategi yang digunakan oleh kelompok yang mengidentifikasikan diri sebagai LGBTQ untuk memperoleh pengakuan, mulai dari narasi Hak Asasi Manusia (HAM) hingga infiltrasi di bidang pendidikan, media, dan regulasi.
Dalam paparannya yang diunggah di chanel Youtube IBTV pada 28 Juli 2026, Munarman menanggapi klaim yang menyebutkan bahwa orientasi seksual merupakan bagian dari hak asasi manusia. Menurutnya, konsep hak asasi yang melekat secara mutlak sejak manusia lahir adalah hak-hak dasar yang bersifat universal, seperti hak untuk hidup dan kebebasan beribadah. Di luar hak-hak dasar tersebut, aturan dan norma sosial yang berlaku sangat bergantung pada budaya serta nilai yang dianut oleh suatu bangsa.
Selain narasi HAM, strategi lain yang disoroti mencakup upaya mempengaruhi dunia pendidikan tinggi, pemanfaatan media massa, hingga dorongan pembuatan regulasi atau undang-undang perlindungan khusus. Ia juga menyebutkan adanya temuan dokumen dari lembaga internasional seperti UNDP serta pertemuan strategis yang sempat berlangsung di Bali pada tahun 2016, yang dinilai menjadi bagian dari peta jalan kampanye global untuk memengaruhi gaya hidup di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kendati demikian, upaya untuk melegalkan regulasi tertentu di Indonesia dinilai menghadapi hambatan dan penolakan yang kuat.Sejumlah instrumen hukum yang ada bahkan telah mengkategorikan berbagai bentuk penyimpangan atau ancaman terhadap tatanan sosial sebagai bagian dari tantangan terhadap ketahanan nasional nonmiliter.
Menghadapi dinamika tersebut, ditekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, institusi pendidikan, dan pemerintah, dalam membangun ketahanan nasional serta kewaspadaan kolektif. Pendekatan edukasi, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta penjagaan norma budaya dinilai menjadi langkah penting untuk menangkal pengaruh budaya sekuler yang dianggap bertentangan dengan jati diri bangsa.
Sumber: https://youtu.be/sXTVmEl4fdQ?si=_mwXTJc96slRsc6s
https://youtu.be/zyiunE_2jg0?si=6uI6WGxMnIrWW3d-
(Fhirman)
Eksplorasi konten lain dari trimedianews.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
