trimedianews.com — Jatinangor.Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Padjadjaran menggelar diskusi internal bertajuk “Merawat Nalar Keislaman yang Inklusif: Menyikapi Paham Radikalisme dalam Islam di Lingkungan Kampus” pada Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons atas dinamika perkembangan pemahaman keagamaan di kalangan mahasiswa, khususnya yang dinilai berpotensi mengarah pada pola pikir eksklusif dan ekstrem. Dalam konteks tersebut, kampus dipandang memiliki peran strategis sebagai ruang intelektual untuk membentuk cara pandang mahasiswa yang kritis, terbuka, dan kontekstual dalam memahami ajaran agama.

Diskusi menghadirkan dua pemantik yang mengulas berbagai aspek, mulai dari akar dan pola penyebaran paham radikalisme berbasis interpretasi keagamaan, hingga pentingnya membangun pemahaman Islam yang inklusif dan berlandaskan nalar kritis. Selain itu, peran media sosial serta lingkungan pergaulan mahasiswa turut menjadi perhatian dalam melihat perkembangan narasi keagamaan di ruang kampus.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta. Tingginya antusiasme menunjukkan adanya kesadaran di kalangan kader terhadap pentingnya memahami isu-isu keislaman secara lebih mendalam dan komprehensif.
Dalam kesempatan tersebut, HMI Komisariat FISIP Universitas Padjadjaran menegaskan sikap menolak penyebaran paham radikalisme berbasis interpretasi keagamaan di lingkungan kampus. Organisasi ini juga mendorong penguatan nilai-nilai keislaman yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Melalui kegiatan ini, HMI berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang mampu mendorong lahirnya kader yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan berpikir dalam menghadapi berbagai tantangan ideologis di era modern.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang inklusif, dialogis, serta terbuka terhadap perbedaan pandangan.
(Galuh)
